Pintar> Rajin> Motivasi> Keimanan

whatsapp-image-2016-12-03-at-7-34-25-pm

 

Judul di atas merupakan ringkasan dari ajaran Islam yang selama ini kami tangkap dan kami yakini yaitu [dengan bahasa “ringan” dari kami sendiri]: “Orang itu pintar karena rajin/bersungguh-sungguh. Orang itu Rajin karena punya motivasi. orang itu punya motivasi karena punya keimanan.” Prinsip inilah yang selama ini kami terapkan dalam kehidupan kami dan Alhamdulillah kami rasakan manfaatnya. Mari kita berbagi sejenak dengan penjelasan ringan hal ini.

Orang itu pintar karena rajin/bersungguh-sungguh

Manusia tentu ingin menjadi pintar dan cerdas baik cerdas akal dan emosinya. Baca lebih lanjut

Iklan
Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

CUKUPLAH ALLĀH SEBAGAI SAKSI

whatsapp-image-2016-12-03-at-8-06-42-am
Saat itu malam telah larut. Para penduduk Madīnah telah tertidur dengan lelapnya. Tak ada yang mengetahui, seorang laki-laki memanggul bahan makanan, berkeliling dari rumah ke rumah para fuqara’ kota Madīnah.
Memanggul sendiri bahan makanan di pundaknya.

Ketika pagi tiba, penduduk Madīnah mendapati bahan makanan telah tersedia di depan pintu rumahnya, tanpa tahu siapa yang membawanya untuk mereka.

Hal itu berlangsung selama 10 tahun.

Akhirnya, ketika Husein bin Ali bin Hasan bin Ali bin Abi thalib (Zainal Abidin) meninggal, penduduk Madīnah kehilangan hal tersebut, dan mereka baru mengetahui, siapakah yang telah mengantarkan bahan makanan kepada mereka dengan sembunyi-sembunyi selama 10 tahun. Karena ketika mereka memandikan jenazahnya, terlihatlah bekas hitam dan luka bekas panggulan di punggungnya.

◙ ◙ ◙ ◙ ◙ ◙ ◙ ◙ ◙ ◙ ◙ ◙ ◙

Mungkin kita telah sering mendengar kisah di atas, atau kisah-kisah semisalnya. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

5 Catatan Tentang Puasa Senin Kamis

hqdefault

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Berikut empat permasalahan yang sering ditanyakan di situs Konsultasi Syariah, terkait puasa senin kamis plus satu motivasi untuk merutinkan amal.

Pertama, keutamaan puasa senin kamis

Puasa senin kamis, termasuk puasa sunah yang menjadi kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالخَمِيسِ

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melakukan puasa di hari senin dan kamis. (HR. Turmudzi 745 dan dishahihkan Al-Albani).

Kemudian disebutkan dalam hadis dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, beliau menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terbiasa puasa setiap senin dan kamis. Ketika beliau ditanya alasannya, beliau bersabda,

إِنَّ أَعْمَالَ الْعِبَادِ تُعْرَضُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ

“Sesungguhnya amal para hamba dilaporkan (kepada Allah) setiap senin dan kamis.” (HR. Abu Daud 2436 dan dishahihkan Al-Albani).

Inilah yang menjadi alasan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merutinkan puasa senin dan kamis. Beliau ingin, ketika amal beliau dilaporkan, beliau dalam kondisi puasa.

Kedua,  apakah niat puasa senin kamis harus dimulai sejak sebelum subuh? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

AGAR RINGAN DALAM MENGHADAPI PERMASALAHAN HIDUP (BAG. 6 – selesai)

whatsapp-image-2016-11-26-at-09-50-49

 

Agar Ringan Dalam Menghadapi Permasalahan Hidup

Pendengar rahimani wa rahimakumullāh.

Mengapa seorang mu’min yang tangguh imannya bisa menghadapi hidup ini dengan lapang meskipun berat tantangan hidup yang di hadapi

Yang Ke-empat| Karena seorang mu’min itu selalu bertawakal kepada Allāh, selalu menggantungkan dirinya hanya kepada Allāh dalam segala urusannya, baik yang berat maupun yang ringan, yang lapang maupun yang sempit.

Semua masalah dia gantungkan hanya kepada Allāh, dia tidak mengantungkan permasalahan yang dihadapi kepada kemampuan dirinya sendiri. Juga dia tidak mengantungkan kepada sebab dan akibat.

Karena itu dia senantiasa berdo’a kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla di pagi dan sore harinya sebagaimana di tuntunkan oleh Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

AGAR RINGAN DALAM MENGHADAPI PERMASALAHAN HIDUP (BAG. 5)

whatsapp-image-2016-11-25-at-10-04-08
Mengapa seorang mu’min yang tangguh imannya bisa melahirkan kebahagiaan hakiki, mampu menghadapi berbagai persoalan hidup dengan tenang?

Yang ketiga | Karena seorang mu’min itu menganggap dan bahkan yaqin, bahwa penyakit kesedihan dan kesakitan yang dia rasakan itu semuanya merupakan pelebur dosa.

Bahkan Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam menegaskan, sampai-sampai duri yang mengenai telapak kaki kita (sesuatu yang sederhana yang menyakiti telapak kaki kita) itu merupakan pelebur dosa yang dikehendaki Allāh terhadap kita.

Karena itu seorang mu’min tetap bahagia, tetap bisa tenang ketika menghadapi penyakit yang sebesar apapun, seberat apapun yang menimpanya.

Musibah seberat apapun yang menimpanya, dia tetap tenang menghadapinya. Karena dia tetap punya harapan bahwa disisi Allāh adalah balasan yang lebih baik terutama dengan adanya peleburan dosa dari penyakit/ bencana/musibah yang mengenai dirinya.

Bahkan dalam sebuah hadīts disebutkan: Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

AGAR RINGAN DALAM MENGHADAPI PERMASALAHAN HIDUP (BAG. 4)

whatsapp-image-2016-11-24-at-09-24-23

Ikhwan dan akhwat rahimani warahimakumullāh.

Mengapa seorang mu’min yang tangguh imannya, selalu tenang, selalu lapang di dalam menghadapi berbagai persoalan hidup?

Yang kedua | Karena, seorang mu’min itu pandai menyikapi keadaan dan tahan banting terhadap segala macam suasana.

√ Baik suasana lapang maupun suasana sempit.
√ Baik dalam keadaan kaya maupun miskin.
√ Baik sebagai pejabat maupun sebagai rakyat jelata.
√ Baik sebagai orang yang tidak dikenal maupun sebagai orang yang terkenal.
√ Baik sebagai orang yang sehat maupun orang yang sakit.
√ Baik sedang menerima nikmat atau sedang ditimpa musibah/bencana/penyakit.

Dalam berbagai keadaan itu seorang mu’min bisa menyikapinya dengan benar. Sehingga semua suasana tetap tidak mempengaruhi kebahagiaan hidupnya, tetap tidak menjadikannya orang yang sengsara.

Karena itu Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menegaskan:

عَجَبًا ِلأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَلِكَ ِلأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْراً لَهُ

“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mu’min itu, semua keadaannya adalah baik dan itu tidak dimiliki seorangpun selain orang mu’min. Bila dia diberi kesenangan atau kelapangan dia bersyukur dan itu adalah lebih baik baginya, bila dia ditimpa musibah (kesempitan) dia bersabar, dan itu adalah lebih baik bagi dirinya.”

(Hadīts shahīh riwayat Muslim nomor 2999)

⇒ Jadi seorang mu’min itu, senantiasa memiliki kontrol (remote) yang mengatur situasi hatinya, disesuaikan dengan keadaan yang ada diluar dirinya.

Seorang mu’min adalah orang yang pandai bersyukur karena yakin semua itu adalah karunia dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla. Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

AGAR RINGAN DALAM MENGHADAPI PERMASALAHAN HIDUP (BAG. 3)

whatsapp-image-2016-11-23-at-10-57-40
Ikhwan dan akhwat rahimani wa rahimakumullāh.

Dalam ayat lain Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ

“Barang siapa yang beramal shālih baik laki-laki maupun perempuan dan dia seorang mu’min maka kami akan berikan padanya kehidupan yang baik yaitu kebahagiaan.”

(QS An Nahl: 97)

Dalam ayat ini Allāh berjanji terhadap orang yang beriman dan beramal shālih untuk diberi kehidupan yang baik. Yang mendapat janji Allāh tersebut adalah mu’min sejati yang selalu mendorongnya untuk beramal shālih, menjauhi syirik dan kemaksiatan.

Jika dia seorang mu’min sejati maka Allāh akan memberinya jaminan hidup, kebahagiaan, ketenangan dan ketentraman di dunia.

Para mufasir memberikan tafsiran yang berbeda-beda tentang kehidupan yang baik (hayātan thayyibah) yang disebutkan dalam surat An Nahl: 97 tadi.

⇒ Ada yang mengatakan hayātan thayyibah itu berarti rejeki yang halal.

⇒ Ada lagi yang mengatakan kepuasan di dalam menerima pembagian dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

⇒ Yang lainnya mengatakan itu adalah petunjuk kepada keta’atan yang menyebabkan dia mendapatkan ridhā Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

⇒ Yang lainnya mengatakan hayātan thayyibah berarti dia diberikan manisnya ketaatan kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

⇒ Dan yang terakhir ada yang mengatakan hayātan thayyibah itu adalah mengenal Allāh dan mendapatkan kedudukan yang tinggi di sisi Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Pertanyaan berikutnya, adalah mengapa iman yang tangguh itu bisa melahirkan kelapangan hidup, bisa menjadikan orang dengan ringan menghadapi segala problem kehidupan? Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar