Pintar> Rajin> Motivasi> Keimanan

whatsapp-image-2016-12-03-at-7-34-25-pm

 

Judul di atas merupakan ringkasan dari ajaran Islam yang selama ini kami tangkap dan kami yakini yaitu [dengan bahasa “ringan” dari kami sendiri]: “Orang itu pintar karena rajin/bersungguh-sungguh. Orang itu Rajin karena punya motivasi. orang itu punya motivasi karena punya keimanan.” Prinsip inilah yang selama ini kami terapkan dalam kehidupan kami dan Alhamdulillah kami rasakan manfaatnya. Mari kita berbagi sejenak dengan penjelasan ringan hal ini.

Orang itu pintar karena rajin/bersungguh-sungguh

Manusia tentu ingin menjadi pintar dan cerdas baik cerdas akal dan emosinya.

Baik pintar berpikir maupun pintar dalam keterampilan misalnya keterampilan menembak. Orang tua juga ingin anaknya menjadi anak yang pintar dan cerdas. Memang kecerdasan itu ada bagiannya yang merupakan anugrah, maksudnya “dari sananya” punya gen pintar. Mudah memahami, mudah menghapal dan mudah menguasai sesuatu ilmu atau keterampilan. Akan tetapi tanpa ada usaha walaupun kecil maka hal tersebut tidak akan tercapai kecuali mukjizat dari Allah yang terjadi tanpa sebab seperti Nabi Isa ‘alaihissalam lahir tanpa ayah. Kita ambil contoh dengan bahasa “gampangnya”. “walaupun gen pintarnya seperti ilmuan Einstein, tetapi jika Einstein tidak pernah sama sekali membaca buku kedokteran maka ia akan tidak akan pintar mengenai kedokteran”

Oleh karena Allah tetap menjadikan suatu dengan sebabnya walaupun sebabnya sangat kecil kecuali mukjizat. Misalnya ketika Allah Ta’ala berfirman mengenai kisah Maryam.

وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَباً جَنِيّاً “Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.” [Maryam: 24]

Maryam ibu Nabi Isa ‘alaihissalam yang hanya menggoyang sedikit pohon kurma maka buahnya jatuh. Maka secara logika, sangat kecil kemungkinan buah kurma dengan pohonnya yang kokoh kemudian buahnya bisa jatuh dengan goyangan wanita lemah yang baru melahirkan

Demikianlah juga orang pintar itu tidak langsung jadi pintar, tetapi ia butuh proses dan perjuangan dengan kesungguhan. Dan jangan jadi alasan bahwa kita tidak punya gen pintar atau “dari sananya bodoh

Disadur dari : https://www.instagram.com/p/BNiRFdDgLSo/

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s